8 cara membuat otak berpikir lebih cepat

Otak manusia pada dasarnya merupakan komputer biologis. Ia membutuhkan makanan, oksigen, dan juga butuh latihan. Kamu dapat melakukan beberapa hal untuk meningkatkan kekuatan otak dengan melatihnya, memodifikasi, atau bahkan memanipulasinya. Kamu mungkin tidak akan menjadi seperti Einstein, namun hal ini juga bukan alasan untuk tidak membuatnya menjadi lebih baik.

Hal-hal di bawah ini akan membuat otak kamu bekerja lebih baik.

1. Dosis EPA secukupnya
EPA adalah bahan kimia dalam minyak ikan yang merupakan makanan bagi otak, setiap orang pasti sudah mengetahuinya, jadi mengapa tidak memberikannya kapsul minyak ikan setiap hari untuk meningkatkan kekuatannya. Riset menunjukan bahwa minyak ikan dapat memfasilitasi peningkatan aktivitas pada otak, memperlancar peredaran darah, meningkatkan memori dan konsentrasi.

2. Kerjakan sebuah teka teki
Teka-teki silang, Sudoku atau yang lainnya dapat membuat otak kamu tetap pada kondisi terbaik. Sama seperti otot, jika kamu tidak berlatih secara reguler, ia akan kehilangan kemampuannya untuk bekerja secara maksimal.

3. Pergi berjalan kaki
Tidak ada yang dapat mengalahkan udara segar yang dapat menyegarkan pikiran yang dapat mengurangi percakapan mental yang mengganggu logika dan pikiran konstruktif. Sebuah perjalanan di pinggiran kota, dekat sungai atau sekedar di taman akan membantu kamu menyingkirkan awan kelabu dan membantu pikiran kamu tetap jernih.

4. Mempelajari bahasa baru
Mempelajari bahasa baru dapat sindrom dementia (kemunduran otak) sampai dengan empat tahun menurut artikel yang dimuat pada New Scientist. Alasan pasti untuk hal ini belum diketahui, namun dipercaya bahwa ia memiliki hubungan erat dengan peningkatan perdaran darah dan koneksi saraf yang baik.

5. Tertawa
Tawa bukan saja merupakan obat terbaik, ia juga dapat meningkatkan fungsi otak dan menstimulasi kedua sisi otak pada saat yang bersamaan. Pastikan kamu tertawa setiap harinya.

6. Menjadi kreatif
Melukislah atau pelajari alat musik yang baru, bergabunglah dengan kelas kesenian walaupun kamu yakin kalau kamu payah dalam hal tersebut. Menjadi kreatif memungkinkan kamu untuk menemukan solusi baru untuk permasalahan yang sudah lama dan meningkatkan kesadaran pada saat yang bersamaan.

7. Belajar melempar barang
Riset dari Universitas Regensburg di Jerman memindai otak dari seorang juggler (pemain sulap yang melemparkan barang) dan menemukan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan struktur otak. Setelah berlatih selama tiga bulan, otak akan menunjukan peningkatan signifikan pada dua bagian, yaitu bagian mid-portal dan posterior intraprietal sulcus kiri.

8. Berhubungan dengan sifat keanak-anakan kamu
Einstein pernah berkata bahwa imajinasi lebih penting daripada pengetahuan dan ia menggunakannya pada beberapa eksperimen yang akhirnya membuatnya menemukan perhitungan paling terkenal sepanjang masa (E=MC2).Cobalah lihat anak-anak, mereka penuh dengan imajinasi, dan mereka belajar lebih banyak pada tahun-tahun awal kehidupan mereka lebih daripada apa yang kita pelajari selama satu dekade. Bebaskan pikiran kamu dari penjara pikiran “seorang dewasa”, Kamu akan menemukan cara berpikir yang belum pernah ada sebelumnya, kamu mungkin akan membuat penemuan besar yang berikutnya.

Sumber

Asah Intuisi Demi Keputusan Terbaik

Pernahkah Anda merasa seolah-olah mengetahui sebuah kebenaran akan sebuah situasi dalam hidup? Anda mungkin kerap mengalaminya, tapi memilih mengabaikan perasaan tersebut dan mencoba berpikir lebih rasional.

Meski menimbang-nimbang sesuatu secara rasional dapat memberikan hasil yang baik, tetapi mendengarkan intuisi akan membuat Anda menghasilkan keputusan lebih tepat.

Masalahnya, kapan kita mengetahui intuisi kita terhadap sesuatu yang benar dan salah? Atau, kapan kita harus mengabaikannya dan menggunakan akal sehat sebagai dasar pengambilan keputusan?

Dengarkan Tubuh Anda
Mempelajari perasaan fisik dapat menunjukkan Anda ke arah yang benar. Ketika secara naluriah merasa terancam, kulit kita akan merinding dan kita akan merasa tidak nyaman.

Para psikolog percaya bahwa kita akan memiliki respons bawaan untuk memberi peringatan sebelum otak memproses informasi. Namun, tanda-tanda bahaya tersebut dapat dengan mudah kita abaikan, kecuali kita memerhatikan respon fisik kita.

“Anda tidak dapat membedakan intuisi dan rasa takut. Namun, intuisi cenderung menjadi penunjuk terhadap sesuatu, sedangkan rasa takut membuat Anda menarik diri dari sesuatu. Intuisi memberitahu Anda, apa yang harus Anda lakukan ketimbang menghindari sesuatu,” ujar Adrianna Irvine, psikoterapis, dikutip Daily Mail.

Memahami zat kimia otak, buku Malcolm Gladwell berjudul ‘Blink: The Power Of Thinking Without Thinking’, menjelaskan bahwa pengambilan keputusan intuitif memunculkan hasil yang lebih baik daripada mengandalkan data pro dan kontra.

Hasil pindai otak, pada sebuah studi baru-baru ini, menunjukkan, struktur yang disebut dengan ventral striatum merespons dengan cepat isyarat alam bawah sadar. Para ilmuwan menyebutnya dengan ‘instrumental learning’, yakni naluri manusia mengenal situasi yang familiar dan menyarankan respons instan sebelum Anda memiliki waktu untuk berpikir rasional.

Jika keputusan Anda didasarkan pada pemicu alam bawah sadar, Anda lebih mungkin untuk berkomitmen terhadap hal tersebut sehingga memberikan hasil yang lebih positif.

Fokus pada respons pertama
Cobalah selalu memberikan tanggapan awal terhadap semua situasi, bukan mengabaikannya. “Saya percaya bahwa intuisi kita dapat mengingatkan kita terhadap fakta yang kita sudah ketahui, meski tidak sesuai dengan kita. Karena itulah kita mengabaikan informasi dan mempriotaskan logika dan bukti berpikir,” ujar Adrianna.

Sebaliknya, dengan memfokuskan pada apa yang dikatakan intuisi Anda dibandingkan logika berpikir, Anda mungkin menangkap peringatan penting yang biasanya Anda abaikan.

“Sering kali kita menyadari bahwa kita sebenarnya memiliki intuisi yang baik, tapi kita lebih memilih untuk mengabaikannya.”

Tantang naluri Anda
Bagaimana Anda tahu kapan waktunya Anda memerhatikan naluri Anda? Kapan hal tersebut hanya sebuah ketakutan atau memori dari situasi sulit sebelumnya?

Para ahli menyarankan untuk melakukan ‘percobaan’ perasaan Anda terhadap teman dekat dan keluarga. Orang yang dekat dengan Anda dapat membantu Anda mengidentifikasi perasaan sebenarnya dibalik rasa takut.

Jangan abaikan
“Neurobiologi menyatakan bahwa intuisi adalah aktivitas otak kanan, menggunakan emosi, kreativitas, bagian inovatif otak. Sedangkan bagian kiri otak berfungsi sebagai bagian yang berpikir fakta, logika, dan matematis,” jelas Adrianna.

Menurutnya, naluri yang benar terasa seolah-olah batin Anda berbicara sebuah kebenaran yang sudah Anda ketahui.

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa orang yang diminta membuat pilihan tanpa menjelaskan hal tersebut cenderung lebih bahagia dengan keputusannya dibandingkan mereka yang diminta untuk merasionalisasikan pilihannya.

Mungkin Anda pernah merasa jantung Anda berdebar kencang diselingi dengan rasa sesak, tapi Anda tidak mengetahui apakah hal tersebut adalah sebuah petanda atau hanya masalah pernapasan. Jika hal tersebut terjadi, perhatikan suasana hati Anda. Penelitian Universitas Missouri menemukan bahwa pandangan positif lebih cenderung membuat Anda lebih sensitif terhadap naluri Anda.

Jadi, pastikan Anda merasa bahagia jika Anda membeli rumah, melamar pekerjaan, atau berkencan. Apapun bentuknya, naluri Anda akan memberitahu kebenaran.

© VIVAnews

Posted from WordPress BlackBerry®7 Device.