Gaya Hidup Warga Usia Pertengahan dan Usia Lanjut Serta Pengaruhnya Terhadap Kesehatan – Prof. Hung Zao Guang (Tulisan 1 Dari Beberapa Tulisan)

Tulisan ini saya peroleh dari Ibu saya saat mengikuti seminar kesehatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Pensiunan Bank Indonesia, dimana materi ini disampaikan oleh dr. Anis Majid. Karena panjangnya materi ini, akan saya bagi menjadi beberapa tulisan, semoga bermanfaat.

Prof. Huang Zao Guang lahir di Fu Kien tahun 1939 lulusan Shanghai First Medical Institute tahun 1961. Kemudian beliau melanjutkan pendidikan S3 ke Chicago North Westtern University, spesialis di bidang “Sickness Prevention” atau “Pencegahan terkena Penyakit”.

Hipotesisnya adalah : faktor utama penyebab timbulnya penyakit-penyakit kronis bukanlah faktor internal si penderita, melainkan faktor eksternal penderita sehingga dengan mengendalikan faktor eksternal ini berupa membangun suatu gaya hidup sehat, akan mencegah dan mengurangi secara efektif timbulnya penyakit.

Perkembangan Sains dan Teknologi saat ini bukan saja telah memperkaya kehidupan materi dan jasmaniah umat manusia tapi juga telah mengubah gaya hidup manusia. Bersama dengan itu terjadi perubahan dahsyat tatanan sosio politik dan sosio ekonomi serta krisis multidimensional (seperti misalnya yang terjadi di Indonesia) nampak sekali telah membuat persaingan dan perjuangan hidup dirasakan bertambah berat.

Definisi WHO :

< usia 65 tahun  : usia pertengahan (middle age)

65 – 74 tahun     : usia junior old age

84 – 90 tahun     : usia formal old age

90 – 120 tahun   : usia longevity old age (orang tua berumur panjang)

Prinsip biologis, usia binatang menyusui adalah 5 – 7 kali masa pertumbuhan hingga dewasanya. Saat sekarang ini disinyalir terjadi reduksi usia sekitar 50 tahun lebih cepat, karena lebih awal kena penyakit, lebih awal lumpuh, sehingga lebih awal wafatnya.

Ketika ekonomi telah berkembang, hidup makin makmur, tingkat kehidupan materi telah banyak meningkat mengapa malahan membuat orang jadi cepat mati?

Ini pendapat yang salah!

Penyakit-penyakit yang nampaknya semakin banyak sekarang ini misal: penyakit jantung, stroke, tumor/kanker, diabetes, sebenarnya bukanlah disebabkan oleh peningkatan kehidupan materi, melainkan disebabkan oleh minimnya pengetahuan akan kesehatan (health knowledge & awareness).

Di Amerika, penduduk kulit putih bila dibanding dengan penduduk kulit hitam, si kulit putih lebih makmur, kehidupan materialnya lebih baik. Tapi penderita tekanan darah tinggi, jantung koroner, tumor/kanker pada yang berkulit putih lebih sedikit dibanding si kulit hitam, usianyapun lebih panjang.

Kesimpulannya: kita mendapat penyakit lebih awal dan lebih banyak, bukan karena peningkatan kehidupan materi melainkan karena pencerahan mental/batin kita tidak cukup.

Penyakit yang paling mempengaruhi kesehatan tubuh kita adalah jantung koroner. Angka kematian yang ditimbulkannya pada 2001 sekitar 25% dari total kematian akibat penyakit.

Menurut Prof. Dr. Hung Zao Guang: banyak orang yang mati bukanlah mati karena penyakit, tapi mati karena ketidaktahuannya. Sebenarnya banyak penyakit yang dapat dicegah sehingga kematian dapat terhindar.

Contoh :

Seorang penduduk Beijing dengan usia pertengahan suatu hari membeli sayuran agak banyak untuk persediaan musim dingin.

Apabila orang ini pernah memperoleh pendidikan kesehatan “bahwa orang yang biasa tidak pernah gerak dan tidak pernah olahraga, tidak boleh tiba-tiba mengerjakan pekerjaan fisik yang berat”, maka ia tentu akan dapat menghindari malapetaka ini.

Ingat kata-kata mutiara ini:

Tiga hal setengah menit dan tiga hal setengah jam

Banyak manula yang bisa meninggal mendadak di malam atau pagi hari. Seorang manula yang bangun tidur tengah malam ingin buang air, ia melakukannya terlampau cepat.

Dari pantauan ECG nya didapati bahwa di siang hari ECG nya normal, tapi di malam hari biasanya kekurangan darah pada otot jantungnya dan tiba-tiba mengkerut, karena ketika ia tiba-tiba bangun tidur, mendadak tensi darahnya menurun, otak kekurangan darah dan jantung berhenti.

Maka formula tiga hal setengah menit: ketika terjaga jangan segera turun ranjang. Rebahlah dulu kira-kira setengah menit lalu duduk di tepi ranjang selama setengah menit kemudian baru turunkan kedua tungkai di tepian ranjang selama setengah menit baru kemudian berjalan ke arah kamar mandi atau tempat lain.

Dengan melewati tiga gal setengah menit, tanpa buang uang sepeserpun, kekurangan darah pada otak akan terhindar, jantung bekerja normal, menghilangkan kemungkinan jatuh dan patah tulang, serangan jantung dan stroke.

O Pek Bok Nie (Obat Penyumbatan Ateri)

Sedikit sharing email dari adik ipar saya, semoga bermanfaat.

Tulisan ini saya sadurkan berdasarkan pengalaman saya yang baru saya alami 6 Bulan lalu, dan mungkin bermanfaat bagi teman-teman kita yang mengalami hal yang sama seperti saya dan dapat menyembuhkan dengan biaya yang sangat terjangkau.

Pada 6 bulan lalu saya memeriksakan diri pada seorang ahli jantung di RS Medistra, hal ini saya lakukan mengingat usia saya sudah mencapai 55 thn. Dimana banyak teman-teman selifting di SMP sudah pada menghadap ke Sang Pencipta dikarenakan penyakit yang sama saya alami, dan tragisnya mereka semuanya dipanggil rata-rata di kantor sedang berkarya.

Hasil pemeriksaan pada waku itu, Pemeriksaan Laboratorium Darah, semuanya merah, hanya beberapa yang masih hijau. Trigliserin, SGPT, SGOT, Asam Urat, Kolesterol, Tekanan Darah 180/120 semuanya merah.EKG kocar kacir sehingga saya dianjurkan untuk memeriksa Klep jantung dan tebal dinding jantung, ternyata baik dan dikirimlah saya ke Scanning jantung, hasilnya sangat mengejutkan dan saya di-vonnis pembuluh darah di jantung mampet sebanyak 70%, dan disarankan di kateter untuk dimasukan Ring / Stand sebanyak 3 bh, dimana per Ring / Stand seharga Rp. 30 juta belum termasuk ongkos kerja.

Alhasil akibat iseng untuk mengecek jantung, malah menjadi pikiran, mana anak masih kuliah, piaran anjing banyak dan seorang istri yang menurut saya sangat sayang sekali untuk ditinggalkan …. mulailah saya membongkar laci-laci mendiang Ibu yang tercinta … ketemulah secarik kertas dengan tulisan kanji dengan rapi di map surat-surat penting, mulailah saya mencari orang yang dapat membacanya … ternyata setelah diterjemah OBAT PENYUMBAT PEMBULUH DARAH JAMUR HITAM PUTIH.

Bahan-bahan resep O PEK BOK NIE :

Jamur hitam putih : 45 Gram
Ang Cho : 10 Biji
Irisan Jahe : 8 Iris (tebal 2mm)
Daging (Has Dalam)/Dada Ayam : 60 Gram
Air : 8 Gelas

Bahan dicuci bersih dan di godok dengan api kecil (Lebih baik dengan slow cocker) dan mengunakan panci dari tanah liat (TIDAK BOLEH PAKAI PANCI LOGAM!!). Hingga tersisa 2 Gelas. Bahan-bahannya dibuang hanya diambil airnya.

Cara minum :

Pagi bagun tidur dalam keadaan perut kosong, minum 1 Gelas
Malam sebelum tidur minum 1 gelas lagi.

Jumlah hari :

Minum setiap hari selama 24 hari (24 Set)

Setelah minum selama 24 hari (24 Set), dapat diulang setiap 2 bulan sekali 12 set, untuk maintainance.

Setelah saya meminum 24 set saya ditelpone oleh Rumah Sakit bahwa saya sudah harus di kateter, dan jadwalnya telah disediakan, dengan hati yang sangat tidak karuan saya memeriksa ulang darah di Laboratorium RS di bilangan Kemayoran, sunguh mengagetkan hasilnya, dimana yang merah tinggal 2 dan itupun diatas sedikit dari ambang batas atas.

Setelah itu saya bertekat untuk menenangkan diri, dan pergilah saya kembali ke RS Medistra dan di kateter dari pergelangan tangan, dimasukan selang hingga ke jantung, kemudian disemprotkan sejenis cairan yang dapat merubah warna sehingga kita dapat melihat dimana yang tersumbat melalui monitor seperti TV. Tiba-tiba sang Professor berkata : Lho kok tidak ada yang mampet ya! …. Puji Tuhan, saya berkata dalam hati, ternyata berkat meminum resep O PEK BOK NIE kebuntuan di pembuluh darah saya berhasil lancar kembali, dan kepekatan darah saya juga teratasi.

Sekarang setiap 2 blan sekali saya mengecek jantung saya dengan hasi EKG normal, Kepekatan darah normal. Tekanan darah 120/90, Hasil pengecekan darah sudah kembali normal semuanya.

Reaksi setelah minum ramuan O PEK BOK NIE.

Menurut apa yang saya alami setelah meminum ramuan O PEK BOK NIE adalah :
Setiap pagi setelah saya meminum ramuan ini +/- 15 menit kemudian kita buang-buang air besar (Diare) yang berupa cairan dan butiran-butiran putih sebesar jagung, ini adalah gumpalan-gumpalan lemak/Feet. Hanya bedanya dengan diare lain, kita tidak merasakan sakit perut, hanya perut berbunyi seperti bunyi air diperut.

Setelah beberapa hari kemudian, saya merasakan pusing (sakit kepala) ini kebanyakan bagi penderita Hipertensi (Tekanan darah tinggi). Mengapa dapat terjadi hal demikian, menurut pengalaman saya, saya penderita Hipertensi 180/120 sudah dibilang puluhan tahun, sejak di SMA (Thn 1967, usia saya 18 thn), setelah minum ramuan ini pada waktu itu tekanan darah turun menjadi 120/90 sehingga kepala saya menjadi pusing, tidak sanggup untuk berdiri, karena semuanya berputar, setelah konsultasi dengan dokter ternyata akibat dari turunnya tekanan darah.

Setalah saya meminum O PEK BOK NIE selama 24 hari, saya merasakan badan menjadi ringgan, kekakuan di jari-jemari tangan saya berangsur-angsur hilang dan bisa membuat kepalan kembali, tangan kanan yang biasanya sering kesemutan, sudah tidak saya alamai lagi, sesak napas yang selalu saya alami jika jalan-jalan sekarang sudah tidak saya alami, walaupun saya setiap pagi sekarang jalan cepat bersama-sama piaraan hobby saya di Ancol.

Bagi teman-teman, sanak-saudara baik yang saya kenal maupun tidak saya kenal, saya bukan seorang Tabib atau Shinshe, sehingga saya tidak dapat memberi saran ataupun menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut kedokteran, ini hanya cetusan hati saya untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu jika mengalami penyakit penyempitan pembuluh darah dengan pengobatan yang tidak membebani kita dalam biaya.

Bagi Teman-taman, ataupun Saudara-saudara yang kurang berkenan dengan tulisan saya ini, saya tidak bermaksud apa-apa, hanya ingin membantu sesamam mahluk Tuhan, tidak ada komersialisasi, jika anda tidak berkenan, jangan meminum ramuan ini, saya mohon maaf sebesar-besarnya, tidak ada paksaan untuk meminum ramuan ini jika anda tidak berkenan dan mohon hentikan hujatan-hujatan baik per telp, maupun email. Semoga anda dituntun oleh Nya kejalan yang benar

Dengan tulisan ini semoga dapat membantu teman-teman yang mengalami hal serupa, dan bagi yang sudah di Ring/Stand dapat juga meminumnya untuk menjaga.

Chinese Proverb:
“When someone shares something of value with you and you benefit from it, you have a moral obligation to share it with others”.

Salam saya,

DR.- ING. S.Leowardi VDI (Nucl.)
Mob. Ph. : 0888.1811282
Email : info@whitesandamour.com
Artikel dapat dibaca di : www.whitesandamour.com di bag. Artikel